491 0

Usia organisasi sayap Nahdlatul Ulama, Fatayat sudah menginjak 65 tahun. Ya, organisasi yang beranggotakan kaum hawa tersebut resmi dan disahkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai badan otonomo pada Februari 1950.

Nah semakin senjanya usia diharapkan peran dan kontribusi Fatayat untuk bangsa dan negara lebih nyata. Oleh karenanya, Kongres ke-15 Fatayat 18-22 September di Surabaya, Jawa Timur nanti, tidak cuma dijadikan rutinitas pergantian ketua umum belaka. “Ideal menang begitu,” ungkap Anggia Ermarini, Sekretaris Umum Fatayat NU.

Menurut Anggia, seharusnya kongres menjadi ajang untuk mengeksplorasi ide atau gagasan besar agar Fatayat bisa jadi organisasi bermanfaatkan bagi umat, khususnya kaum perempuan. “Sebenarnya peran dan kontribusi Fatayat dalam keperpihakan terhadap kaum perempuan sudah sangat besar. Tapi menurut saya, harus dikemas lebih cantik lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut Anggie mengatakan, Fatayat NU juga harus terus mengampanyekan isu-isu agama, politik, ekonomi dan budaya dengan cara yang ramah. “Tentu kampanye positif, bukan lagi kampanye negatif,”

Anggia mengatakan, gagasannya itu akan diluapkan saat Kongres ke-15 Fatayat NU nanti. Anggia juga akan mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua Umum Fatayat. Jika terpilih, Anggia akan mewujudkan ide tersebut. “Pada prinsipnya, saya ingin mengubah kemasan Fatayat lebih cantik lagi. Cantik bukan gemulai,”

Kongres ke-15 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar di Surabaya, Jawa Timur. Surabaya dipilih sebagai tempat kongres, karena kota itu tempat kelahiran organisasi perempuan NU ini. Kongres Fatayat akan helat di Asrama Haji Sukolilo, Kota Pahlawan.

(Visited 638 times, 1 visits today)

Category:

Kabar NU