116 0

Perkebunan di Indonesia berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Oleh karenanya, perkebunan harus menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tangguh. Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri pada acara penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Induk Tahun 2016-2017 antara Perkebunan Nusantara III (Persero) dengan Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN).
Dalam acara yang bertajuk “Perusahaan Sehat Karyawan Sejahtera” tersebut, Menaker Hanif menyatakan bahwa perkebunan Indonesia telah berhasil memberikan sumbangsih yang cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
“Hari ini kita menghadap Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Kita harus mengarahkan perkebunan menjadi BUMN yang tangguh”, kata Menaker Hanif di ruang Tri Dharma, Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta Selatan, Rabu, (6/1/2016).
Menteri tiga anak itu menganalogikan, ketika pekerja berbicara kesejahteraan, mereka juga harus berbicara tentang kemampuan perusahaan. Serikat Pekerja di perusahaan juga harus rasional. “Dengan hal itu, industri perkebunan Indonesia akan semakin kokoh dan terus berkembang lebih baik” tambahnya.
Selain itu, Serikat Pekerja harus menjadikan perusahaan sebagai partner in proggres. Sebab, lanjut Menaker, basisnya bukan terletak pada power relation. Karena power relation sama halnya dengan adu kekuatan, kalau kalah mati, menang jumawa. Hak dan kewajiban antara Serikat Pekerja dan perusahaan harus berjalan beriringan.

(Visited 186 times, 1 visits today)

Category:

Kabar Kabinet