289 1

Nuansa merah mewarnai ruangan, beberapa lampion pun menggantung menghias di antara langit-langit di DPP Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB). DPP PKB bersama Persaudaraan Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI), Komunitas warga Tinghoa, HIKMABUDHI, rabu 02/02, menggelar refleksi menyambut perayaan imlek 2567 pada 8 februari nanti.

Perayaan imlek memang menjadi tradisi yang dilaksankan DPP PKB setiap tahun. Sekretaris Jendral (sekjen) PKB, Abdul Kadir Karding, mengatakan “ini memang tradisi kami di PKB. Prisipnya bagi kami mereka adalah sudara-saudara kita dan keluarga kita”.

Sejak kebijakan inpres nomor 16 tahun 1967 dicabut oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Karding menegaskan perjuangan Gur Dur tersebut terus dilanjutkan oleh PKB. “Gus Dur sebagai pendiri PKB telah memperjuangkan kaum Tionghoa di Indonesia, perjuang itu kita terus lanjutkan,” katanya lagi.

Selain Karding, turut hadir juga Wasekjend DPP PKB Daniel Johan, dan Ketua umum Fatayat NU Angggia Ermarini. Sejumlah para sesepuh dari komunitas warga Tinghoa juga hadir Mr. Murdaya Poh, Ketua Persaudaraan Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Liem Wa Kim atau David Hermanjaya, Mr. Te, Ketua Panitia acara Heriyadi, dan Agamawan suhu Benny.

Momentum menyambut tahun baru Imlek 2016 ini, PKB pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk berdiri tegak dibawah ideologi Pancasila, menjunjung semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Menegakkan UUD 1945 dan bekerja keras memajukan NKRI.

“Senada dengan tema mukernas PKB di JCC nanti, ‘Holopis Kuntul Baris’ itu bersatu padu, bekerja keras bergotong royong memperkuat diri dalam segala aspek, khususnya dalam menghadapi persaingan global yang semakin keras dan tidak adil,” pungkas Karding yang juga ketua fraksi PKB MPR RI.

www.pkbtv.com

(Visited 303 times, 1 visits today)

Category:

Berita
  • Suradi Parlan

    bravo PKB perlu terus digalakkan untuk mengembalikan citra islam sebagai agama toleran rahmatan lil alamin