59 0

Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke acara Silatnas DPP PKB disambut gembira ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Econvention Hall, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (12/11/2016).

Acara tersebut dikemas dalam bentuk doa bersama ulama dan rakyat. “Alhamdulillah salah satu kebahagiaan saya pada hari ini Bapak Presiden hadir,” ujar cak Imin.

Cak Imin mengawali sambutannya menyanjung usaha Jokowi dalam proses pembangunan di Indonesia yang dipimpinnya. Selain itu, ia juga menyampaikan berbagai program keumatan yang dilakukan PKB selama ini.

Sebelum Cak Imin mengakhiri sambutannya, keponakan pendiri PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu sempat melempar pantun jenaka yang sepertinya sengaja dikatakan untuk menyindir Jokowi.

“Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, kapan senangnya,” ucap Cak Imin yang langsung disambut tawa peserta Silatnas.

Pantun Cak Imin tersebut ternyata langsung ditanggapi Jokowi. Jokowi menjawab pemerintah saat ini memang belum memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat Indonesia.

Pasalnya, pemerintah masih fokus berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur. “Jadi kalau disingung-singgung saya jawab apa adanya. Emang belum kok. Tadi kan (Cak Imin) nanya, kapan senangnya. Saya kalau disinggung seperti itu saya juga punya perasaan kok,” ucapnya sambil senyum-senyum yang kembali membuat riuh tawa ruangan Acara Silatnas.

Selain itu, Cak Imin mengatakan pihaknya tengah merealisasikan program beasiswa bagi sejumlah siswa penghafal Al-Quran. Program tersebut, kata Cak Imin, untuk melahirkan lebih banyak kader Islam penghafal Al-Quran di Indonesia.

“Targetnya, satu desa satu hafidz. Setidak-tidaknya, satu masjid satu hafidz. Supaya imamnya fasih. Soalnya masih banyak masjid yang imamnya nggak fasih. Masjid-masjid harus kita isi, kita berdayakan. Jangan sampai diambil orang lain yang mengajak keluar dari NKRI yang berbeda dengan cita-cita kita.

Dalam kesempatan yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, Cak Imin juga menyampaikan peran legislatif PKB se-Indonesia dalam memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Terakhir saya ingin melaporkan ke presiden, Insyaallah dalam berbagai peran kita di legislatif, kita akan terus melakukan perbaikan aturan, UU, kita akan terus mengawal umat islam dalam bingkai NKRI. Agar segalanya terwujud secepat-cepatnya. Agar mendapat semacam ekstra perhatian supaya kesejahteraan sebaik-baiknya,”

(Visited 135 times, 1 visits today)