47 0

Di Sumedang, Cut Nyak Dien mengisi hari-harinya dengan mengajarkan mengaji. Kepiawaiannya mengajar mengaji, membuatnya dipanggil Ibu Perbu.

Hingga dua tahun kemudian, ia wafat. Ia dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang, di sebuah bukit sunyi, jauh dari Aceh yang dikasihinya.

Makam tersebut menjadi salah satu tempat ziarah yang ramai dikunjungi masyarakat maupun tokoh-tokoh Aceh, Jabar, dan nasional. Seperti yang dilakukan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Kegiatan ini menjadi rangkaian Tour de Java. Rencananya, ia akan mengunjungi sejumlah kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam tur 5 hari tersebut.

“Berziarah, mendoakan almarhumah. Cut Nyak Dien, meski dalam keadaan buta di pengasingan, tetap setia mengajar ngaji anak-anak kecil,” tutur Cak Imin.

Seusai melakukan ziarah, ia menggelar silaturahmi bersama 1.500 warga. Dalam pertemuan tersebut, warga mengharapkan di sekitar makam dibangun pesantren.

Cak Imin menyampaikan persetujuannya untuk membangun pesantren ditandai dengan bantuan Rp 200 juta kepada Ketua NU setempat untuk tahap awal pendirian Pondok Pesantren Al Qur’an di Gunung Puyuh.

Pesantren ini rencananya akan melanjutkan dedikasi Cut Nyak Dien, yakni mengajar mengaji sampai akhir hidupnya. Pesantren ini pun akan terus mengingatkan para santrinya. Bahwa beriman itu, salah satunya adalah dengan mencintai tanah air.

“Sudah lama warga mendambakan ada pesantren di sini. Alhamdulillah sekarang kesampaian,” tutur Dadang, salah satu warga.

(Visited 48 times, 1 visits today)

Category:

Berita, Sang Pemimpin