13 0

Pimpinan Fraksi PKB DPR RI, H. Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, DPR mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian (Kementan). Hal ini diungkapkanya setelah melakukan evaluasi terhadap Anggaran kementerian tersebut pada tahun 2018 pada Rapat Kerja Komisi IV DPR RI Bersama Kementan. “Pada intinya kita melihat evaluasi anggaran 2018 itu dari kementerian pertanian, DPR mengapresisai kinerja yang sudah dilakukan oleh kementan,” ucapnya di Komplek Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 21/1. Namun, pihaknya menyayangkan kinerja kementerian yang hanya mengejar WTP (Wajar tanpa Pengecualian) atau WDP (Wajar Dengan Pengecualian) dari Badan Pemerikas Keuangan (BPK) sehingga mengesampingkan sector-sektor yang harusnye menjadi konsen garapan kementerian tersebut. “Tapi ada tadi yang saya sampaikan, semua kementerian ini kadang berpegangan pada hasil audit BPK – WTP atau WDP yang tadi saya sampaikan di rapat bahwa WTP ini harus berdampak positif terhadap perbaikan di setiap sektor dalam kementerian lembaga ini,” ujarnya. Ketua Fraksi PKB ini menyampaikan, WTP seharusnya sejalan dengan kinerja Kementan terhadap data pangan. Dia menyampaikan, stok pangan tata kelola pangan ini jangan sampe terjadi fluktuasi. “Kadang-kadang Baper Stocknya gak jelas, data yang gak jelas. Ini yang saya harapkan tadi di rapat itu. jadi saya sampaikan, audit BPK harus berkorelasi positif dengan kinerja kementerian pertanian terhadap data Pangan yang kita harapkan data pangan ini berkontribusi besar terhadap eksisting pangan yang ada di tengah-tengah masyarakat,” terang Legislaor asal Bandung Barat tersebut. Disamping itu, Ketua Umum Garda Bangsa ini menyampaikan apresiasinya terhadap simbangsih Kementan dalam penurunan Inflasi dari 10,57 persen pada 2014 menjadi 1,26 pada 2018. “Tadi menteri pertanian menyampaikan inflasi di sektor pangan ini kan dari tahun 2014 sebesar 10,57% kemudian setelah berajalan 4 tahun sekarang 1,26% artinya sektor pertanian bisa memberikan kontibusi besar terhadap inflasi yang ada di kita ini,” ulasnya. Bukan hanya satu sektor pertanian saja, menurutnya, menghitung inflasi pada inflasi APBN harus dilihat dari semua sector. Kalau dari sektor pangan memberikan kontribusi besar terhadap inflasi akan memberikan satu dampak positif bahwa inflasi terjaga secara undang-undang (UU). Karena, imbuhnya, inflasi tidak boleh melebihi angka 4 persen sebagaimana yang telah ditetapkan dalam UU APBN. “Makanya kita berharap dari sektor-sektor lain bisa sama seperti Kementan memberikan kontribusi besar. Ini cukup luar biasa. Kita memberikan apresiasi lah, kementerian pertanian meberikan kontribusai yang cukup besar dari 10,57 dalam rentang masa 4 tahun bisa 1,26 bukan hal yang mudah,” tutupnya

(Visited 12 times, 1 visits today)

Category:

Berita