41 0

JAKARTA – Anggota Fraksi PKB DPR RI Ibnu Multazam ikut menanggapi perihal ditutupnya aplikasi Tik Tok oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI selasa kemarin. Ibnu membenarkan perihal penutupan itu karena beberpa konten yang tidak mendidik di aplikasi berbagi video tersebut.

“Sementara (aplikasi tik tok) ditutup itu saya oke saja, saya setuju,” ucapnya saat ditemui di komplek parlemen DPR RI, senayan, Jakarta, Kamis, 5/7/2018.

Ibnu mengatakan, agar penyedia aplikasi Tik Tok untuk memperbaharui konten jika akan dibuka lagi nantinya. “Karena TikTok itu selama ini kan hanya berisi lagu-lagu dan jogged-joged yang tidak ada unsur pendidikannya, apalagi penggunanya paling banyak kan anak-anak yang masih dalam usia sekolah,” terangnya.

Menurut, pria yang juga banyak mengamati dunia pendidikan ini mengungkapkan, efeknya mereka hanya mendapatkan hiburan murni, hanya mendapatkan entertain murni tidak ada unsur yang mendidik.

Ibnu mengaskan, sementara pihaknya setuju penutupan aplikasi berbagi video tersebut ditutup oleh Kemenkominfo untuk membenahi kontens-kontens hiburan yang adal di aplikasi itu.

Kalau andaikata dibuka lagi, lanjut Ibnu, Tiktok harus menyempurnakan diri untuk diberi konten-konten yang mendidik dan mengandung unsur edukasi. Tidak hanya konten yang jogged-joged saja, harus diisi dengan konten yang mengisi dan mendidik anak-anak generasi kita sehingga itu bermanfaat untuk masa depan generasi kita.

“Untuk itu monggo saja kominfo menutup, dan diberi kesempatan pihak Tiktok untuk memperbaikinya,” pungkasnya.

(Visited 43 times, 1 visits today)