15 0

Meski tak hadir dalam upacara peringatan HUT ke-72 RI di Istana Merdeka pada Kamis (17/8) lalu, Ketum PKB Muhaimin Iskandar memberikan apresiasi pada pertemuan seluruh mantan presiden dan presiden dalam momen tersebut.

Melalui akun Twitternya, @cakiminpkb, Muhaimin Iskandar meminta agar pembentukan Klub Presiden RI diseriusi. Menurut dia, saat ini adalah momen yang tepat, apalagi para mantan presiden Indonesia dan presiden terbukti bisa bertemu dalam suasana yang cair pada 17 Agustus lalu.

“Era Pak SBY sulit menyatukan 4 mantan presiden dan Presiden RI dalam satu ruang. Kini saatnya di era Pak Jokowi, kita punya Klub Presiden RI,” ujar Cak Imin melalui akun Twitternya.

Muhaimin atau yang akrab dipanggil Cak Imin ini menilai Klub Presiden RI bisa jadi wadah membagi pengalaman dan menghindari kesalahan kebijakan.

“Klub Presiden RI juga jadi semacam institusi tak resmi yang memperlihatkan bahwa kekuasaan Presiden RI adalah titipan, bukan milik seseorang,” katanya.

“Kalau mau jujur, pemilihan Presiden RI adalah pemilihan pemimpin paling demokratis terbesar di dunia. Makanya, Klub Presiden RI itu prestisius,” lanjut mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu.

Cak Imin juga berharap agar silaturahmi mantan Presiden RI dan Presiden terus berlanjut dan langgeng, bukan hanya seremonial belaka. Pembentukan Klub Presiden RI, kata dia, bisa menjadi wadah untuk mengakomodasi hal tersebut.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga mengucapkan terima kasih kepada Jokowi karena bisa mengumpulkan para mantan PResiden dan menciptakan suasana adem ayem serta harmonis.

“Bertemunya mantan presiden dan wakil presiden adalah upaya Pak Jokowi yang memiliki mimpi besar untuk kebersamaan bangsa,” tuturnya.

Ia kemudian juga mengulas bagaimana hubungan Presiden dan pendahulunya seringkali kaku, berbeda dengan di era Jokowi. Cak Imin menyebut bahwa Gus Dur adalah Presiden pertama yang bertemu mantan presiden sebelumnya.

Cak Imin mencontohkan, Soeharto tak pernah bertemu Bung Karno hingga wafat. Sementara itu, Habibie ditolak saat ingin bertemu Soeharto.

“Barulah Presiden Gus Dur menjadi Presiden RI pertama bertemu pendahulunya pada 8 Maret 2000,” ujarnya.

Kemudian Megawati pernah berjumpa dengan Gus Dur dalam Konber Nahdlatul Ulama di Pondok Gede pada 25 Juli 2002. Sementara Megawati cukup akrab dengan BJ Habibie. Salah satu pertemuan terjadi pada 10 Maret 2003.

Cak Imin juga menyebut hubungan dingin Megawati-SBY. Ia menyebut keduanya sempat beberapa kali bersalaman, salah satunya pada 1 Juni 2010. Sementara SBY cukup akrab dengan BJ Habibie karena sempat bertemu pada 5 September 2013.

Sumber: https://kumparan.com/ananda-wardhiati-teresia/kicauan-cak-imin-soal-pentingnya-klub-presiden-ri-di-era-jokowi?utm_content=buffera05ad&utm_medium=social&utm_source=twitter.com&utm_campaign=buffer

(Visited 10 times, 1 visits today)

Category:

Sang Pemimpin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*