211 0

Pesantren atau pondok pesantren adalah lembaga pendidikan  transformasi wacana Islam asli Indonesia. Istilah pondok diperkirakan berasal dari bahasa Arab, yaitu funduk yang berarti rumah penginapan. Dalam konteks masyarakat Jawa, pemahaman tentang pesantren serupa dengan padepokan yang  terdapat kompleks pemondokan atau penginapan untuk tempat tinggal para santri (murid). Pondokan itu biasanya berupa petak-petak kamar selayaknya asrama. Pada umumnya kompleks pesantren terdiri dari Ndalem kiai pengasuh, masjid, pondok tempat tinggal santri, dan ruangan belajar. Zamakhsyari Dhofier menjelaskan bahwa pesantren berasal dari kata santri. Awalan pe- dan akhiran -an pada kata pesantren bermakna “tempat tinggal para santri”.Kata santri ada pula disebut sebagai istilah yang dipinjam dari bahasa Sansekerta dengan perubahan pengertian.

Paradigma masyarakat terhadap fungsi pendidikan di lingkungan pesantren, seiring dengan perkembangan zaman, kini telah berubah. Dulu masyarakat menganggap pendidikan pesantren sebagai lembaga pendidikan pilihan kedua. Mereka lebih bangga anaknya masuk sebuah lembaga formal yang dianggapnya lebih memberikan pencerahan di masa depannya,

Seiring dengan kiprah besar alumni pesantren di berbagai lapangan kehidupan dalam kontribusinya untuk  pembangunan bangsa.Misalnya,untuk sekedar menyebut,KH. Hasyim Asy’ari, KH.Wahab Hasbullah,KH.Wahid Hasyim, KH. Saifuddin Zuhri, Prof.Dr.Nurcholish Madjid dan KH.Abdurrahman Wahid.Dengan kenyataan ini, masyarakat semakin yakin bahwa pesantren bukan lagi sebagai lembaga alternatif lagi, namun justru dijadikan sebagai lembaga pendidikan utama yang lebih menjamin kualitas SDM baik dari segi intelektualitas  maupun spiritualitas sehingga seseorang yang telah mendalami pendidikan di lingkungan pesantren akan memiliki segi pendidikan lengkap, cerdas intelektualitas dan akhlaqnya, yang biasa disebut ESQ. Bahkan, andil pesantren dalam pembangunan diakui berperan besar dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ditandai dengan tiga indikator, yaitu:pendidikan, kesehatan , dan ekonomi.

Masyarakat yang  tidak lagi memandang sebelah mata pentingnya pendidikan ala pesantren, antara lain juga  karena kekhasan pesantren hingga kini yang secara istiqomah tetap dijaga hingga kini, seperti hubungan batin antara kiai dengan santrinya yang tidak ada sekat. Para kiai selain mampu menunjukan dirinya sebagai guru, juga lebih dari itu, mampu menunjukkan sosoknya sebagai pengayom, pendamping, dan merangkul santrinya dalam suasana yang amat egaliter dan bersahaja dan terutama adalah pola pendidikan khas yang dimilikinya, yang secara cerdas memadukan antara kebutuhan masa kini, dengan mengadopsi sistem madrasah klasikal, dan dengan tetap mempertahankan sistem pendidikan sorogan, dan bahtsul masail.Dapat diistilahkan, bagi pesantren menjadi modern adalah metode untuk mempertahankan tradisionalismenya dengan mengusung al muhafadah alal qodimis sholih wal akhdu bil jadidil ashlah ( melestarikan tradisi lama yang relevan dan mengambil tradisi baru yang lebih baik).

http://www.pkbtv.com/

(Visited 136 times, 1 visits today)

Category:

Kabar NU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*